by

Sampah Plastik Di Indonesia dan Komitmen AQUA dalam Menanggulanginya

Penggunaan plastik tidak bisa lepas dari beberapa kegiatan di Indonesia, seperti berbelanja (masih menggunakan kantong plastik untuk membawa belanjaan), membeli air minum sekali pakai, yang biasanya adalah botol plastik dan membuangnya setelah dipakai, membeli kopi atau makanan (biasanya memakai wadah plastik). Hal tersebut sulit sekali dihindari karena di Indonesia masih belum meyakini bahwa plastik itu berbahaya, yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

Apa Itu Sampah Plastik?

Sampah plastik adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan hidup di Indonesia. Plastik merupakan produk serbaguna, ringan, fleksibel, tahan kelembaban, kuat, relatif murah. Karena berbagai kemudahan tersebut, seluruh dunia bernafsu untuk menghasilkan lebih banyak produk berbahan baku plastik. Namun, tanpa disadari, karakter dasar plastik, ditambah cara penggunaan yang tidak ramah lingkungan, ia justru merusak lingkungan hidup. Manfaat penggunaan produk plastik harus diimbangi dengan kalkulasi dampak negatif yang dihasilkannya. Dalam satu hal, penggunaan plastik memang menjaga produk segar lebih tahan lama. Penggunaan plastik juga memungkinkan pembuatan peralatan kesehatan, meningkatkan efisiensi transportasi, memiliki potensi besar digunakan dalam teknologi energi terbarukan. Meski demikian, bahaya akibat sampah plastik, zat aditif beracun dalam plastik – pewarna plastik, bahan baku seperti bisphenol A (BPA) – telah meningkatkan kesadaran konsumen untuk produk yang lebih ramah lingkungan. (2)

Sampah Plastik di Indonesia

Sampah plastik selalu menjadi masalah utama dalam pencemaran lingkungan baik pencemaran tanah maupun laut. Sifat sampah plastik tidak mudah terurai, proses pengolahannya menimbulkan toksit dan bersifat karsinogenik, butuh waktu sampai ratusan tahun bila terurai secara alami. Untuk pencemaran di laut Penelitian dari UC Davis dan Universitas Hasanuddin yang dilakukan di pasar Paotere Makassar menunjukkan 23% sampel ikan yang diambil memiliki kandungan plastik di perutnya. Tidak hanya satwa, plastik pun masuk ke dalam tubuh manusia dalam bentuk mikroplastik lewat makanan, minuman, bahkan udara yang kita hirup. (1)

Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebanyak 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Sementara itu, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik. Jumlah ini menempatkan Indonesia di urutan kedua sebagai negara dengan jumlah pencemaran sampah plastik ke laut terbesar, setelah Tiongkok. Bukan urutan yang patut dibanggakan, karena sampah plastik mengancam berbagai aspek kehidupan, terutama kehidupan biota laut dan keseimbangan ekosistem di lautan. (3) Sampah plastik paling sering kita jumpai adalah sisa botol kosong dari air minum dalam kemasan, baik didalam tong sampah maupun berserakan di jalanan. Padahal hal sekecil itu sangat berpengaruh dalam kelangsungan ekosistem yang ada di Indonesia. Produsen air minum harus berlomba dan berkomitmen untuk mengurangi dampak dari sampah plastik yang mereka keluarkan. Namun, AQUA hadir untuk menjawab pernyataan tersebut. AQUA sendiri sudah mempunyai beberapa program untuk membantu permasalahan sampah plastik yang dihasilkan .

Komitmen AQUA Dalam Penanggulangan Sampah Plastik di Indonesia

Pengelolaan yang buruk memicu kehadiran sampah plastik. Sebagai pionir bijak berplastik, AQUA memberi contoh cara mengelola sampah botol plastik yang tepat. Langkah bijak plastik tersebut bertujuan untuk mengurai problem yang muncul dari sampah yang tidak dikelola dengan baik.

  • Meluncurkan #BijakBerplastik

Komitmen AQUA dalam mengelola sampah botol plastik ditegaskan dengan peluncuran kampanye #BijakBerplastik pada 5 Juni 2018. Sejak saat itu, AQUA menjalankan tiga kegiatan utama dalam pengelolaan sampah botol plastik, yakni Pengumpulan, Edukasi dan Inovasi. Dalam pengumpulan botol plastik, AQUA berkomitmen untuk mengumpulkan sampah plastik dari lingkungan lebih banyak dari yang digunakan pada tahun 2025. Adapun cara melakukannya ialah dengan meningkatkan program bisnis sosial untuk mengumpulkan dan mendaur ulang sampah plastik. AQUA melengkapinya dengan mendukung teknologi untuk mengumpulkan lebih banyak. Selanjutnya, terkait edukasi #BijakBerplastik, AQUA mematok target penyebaran kesadaran bijak plastik kepada masyarakat. Pada tahun 2025, AQUA ingin kampanye #BijakBerplastik bisa menyasar 100 juta konsumen. Untuk itu, mereka gencar menyebarkan kampanye daur ulang di sekolah, ruang publik dan berkolaborasi dengan pemerintah serta ritel untuk uji coba dan memulai budaya daur ulang di kota-kota besar. Bersama dengan pengumpulan sampah dan edukasi, #BijakBerplastik dilengkapi dengan inovasi produk.

  • Membangun Recycling Business Unit

Langkah bijak plastik melalui pengelolaan sampah botol plastik yang baik diwujudkan pula oleh AQUA dengan membangun Recycling Business Unit (RBU). RBU merupakan model bisnis sosial daur ulang untuk mengolah sampah botol plastik menjadi cacahan plastik yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku produk daur ulang. Saat ini, AQUA sudah memiliki enam RBU yang tersebar di Bali, Lombok, Bandung, dan Tangerang Selatan. Di sini sampah botol plastik bekas jenis Polyethylene Terephthalate (PET) dikumpulkan, disortir, dicacah, dan dicuci menjadi flakes. Berkat ini, AQUA mampu mengumpulkan 12.000 ton botol plastik bekas per tahun. Hal tersebut sangat mendukung pengurangan jumlah sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik.

  • Memproduksi AQUA LIfe, Botol Plastik Daur Ulang Yang Ramah Lingkungan

AQUA mempertegas langkah bijak plastik dengan meluncurkan AQUA Life. Ini adalah produk AQUA yang kemasannya 100% dari bahan daur ulang dan dapat didaur ulang lagi. Produk seperti ini merupakan yang pertama kali diluncurkan di Indonesia. Keberhasilan tersebut menunjukkan langkah nyata yang diambil AQUA dalam pengelolaan sampah botol plastik. Demi mendukung Indonesia lebih bersih, AQUA berhasil memasukkan botol plastik ke lingkaran ekonomi sirkuler. Hal itu sejalan dengan misi AQUA yang ingin menjadi perusahaan dengan produk yang 100% sirkuler. Pada 2025 AQUA berkomitmen untuk menggunakan 100% bahan daur ulang, bahan yang dipakai ulang dan atau bahan kemasan yang terurai dalam tanah. Saat ini kemasan botol AQUA sudah mengandung bahan daur ulang sampai dengan 25% dan mereka akan meningkatkannya menjadi rata-rata 50% pada 2025. (4)

AQUA sudah memberi contoh pengelolaan sampah botol plastik dengan tepat. Diharapkan hal itu akan mendukung Indonesia menjadi lebih bersih dan menginspirasi masyarakat agar lebih bijak plastik dengan mengelola sampah dengan baik.

  1. http://indonesiabaik.id/infografis/indonesia-darurat-sampah-plastik
  2. https://lingkunganhidup.co/sampah-plastik-indonesia-dunia/
  3. https://www.rumah.com/panduan-properti/sampah-plastik-masalah-yang-muncul-dan-solusinya-27262
  4. https://www.sehataqua.co.id/bijak-berplastik-aqua-kelola-sampah-botol-plastik-dengan-baik/

News Feed