by

Kolagit, Solusi Para Pejuang Diabetes Nikmati Manis Tanpa Meringis

Siapakah kelompok penderita penyakit yang cukup cemas selama pandemi Covid-19? Tepat kalau Anda menjawabnya sebagai penderita diabetes. Karena ternyata diabetes ada di posisi kedua sebagai penyakit penyerta alias komorbid pada pasien positif corona, termasuk yang meninggal dunia.

Waduh, kok bisa begitu?

Menurut dr. Johanes Purwoto selaku pakar penyakit dalam sub-spesialis endokrinologi di Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi, para pejuang diabetes alias penderita diabetes mengalami gangguan sistem imun. Sehingga ketika virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 masuk ke dalam tubuh, infeksi yang terjadi makin merajalela, seperti dilansir Akurat.

“Seperti menyiram bensin ke dalam sekam yang terbakar, itulah yang terjadi pada pejuang diabetes yang terinfeksi Covid-19,” ungkap dr. Johanes.

Karena dalam tubuh penderita diabetes, kadar glukosa darah yang sudah tinggi itu telah meracuni pembuluh darah pada tubuh termasuk dalam organ-organ penting. Contohnya seperti organ jantung, pembuluh besar di dalam otak hingga pembuluh darah di kaki dan ginjal. Kondisi ini membuat pejuang diabetes sudah sakit terlebih dulu sebelum Covid-19 menyerang.

Pejuang Diabetes Hindari Makanan Manis, Fakta atau Mitos?

Menjadi seorang pejuang diabetes jelas bukan hal yang mudah. Ketika tubuh dipastikan menderita penyakit itu, solusi terbaik yang diberikan dokter adalah mengendalikan gula darah. Hal ini diungkapkan dr Mohammad Firas saat merilis buku berjudul Diabetes and Me pada April 2015 lalu di Plaza Senayan, Jakarta, seperti dilansir Kompas.

Dimana menurut dr Firas, ada banyak sekali hal-hal yang belum dipahami para penderita diabetes, termasuk sejumlah mitos yang muncul. Apa saja? Berikut di antaranya.

1. Pejuang Diabetes Wajib Berhenti Makan Gula

Karena identik dengan kadar gula darah (glukosa) tinggi, banyak orang menyimpulkan kalau penderita diabetes harus berhenti makan gula dan tentunya ngemil.

Bener nggak, sih?

Ternyata tidak tepat!

Yap, pejuang diabetes tak perlu berhenti mengonsumsi gula alias makanan manis karena gula masihlah berfungsi sebagai sumber energi tubuh. Hanya saja memang jumlah konsumsi gula ini wajib dibatasi. Termasuk dengan ngemil, Anda tetap bisa melakukannya asalkan camilan itu sehat.

Anda bahkan bisa makan 5-6 kali sehari demi menjaga kadar gula darah. Dimana pembagiannya seperti makan utama tiga kali dan sisanya makan selingan. Karena menurut dr. Firas kadar gula yang rendah akibat menghindari konsumsi gula juga sama berbahaya dengan kadar gula tinggi.

2. Penyandang Diabetes Stop Makan Berserat

Ada yang bilang juga bahwa makanan berserat wajib dihindari para penderita diabetes karena bikin glukosa meningkat, serta tubuh makin  gemuk. Tenang saja, ini adalah mitos yang justru tak boleh Anda percaya. Karena serat malah bisa memperlambat penyerapan glukosa yang akhirnya membuat gula dara lebih stabil dan berat badan terjaga.

3. Keluarga Diabetes? Sudah Pasti Menurun!

Pernah dengar kalau ada anggota keluarga yang diabetes maka sudah pasti menurun ke anaknya?

Ini juga mitos belaka karena faktanya, lebih dari 95% penyandang diabetes justru tidak disebabkan oleh turunan.

Lhah terus, bisa kena diabetes dari mana?

Pola makan yang tidak sehat.

Sehingga sekalipun orangtua Anda adalah penderita diabetes dengan golongan darah yang sama, belum tentu Anda pasti diabetes. Memang riwayat keluarga diabetes ini menambah risiko, tetapi penyebab penyakit ini yang terbesar adalah pola makan buruk.

Kolagit, Cara Pejuang Diabetes Nikmati Manis Kembali

Seperti yang sudah ditegaskan sebelumnya bahwa pola makan yang buruk bisa membuat siapapun terkena diabetes, sudah seharusnya itu yang memang dilakukan. Namun bagaimana bagi mereka yang jadi pejuang diabetes, apakah mungkin menikmati makanan dan minuman seperti orang normal termasuk menikmati hal yang manis tanpa cemas?

Mungkin saja jika Anda menggunakan kolagit.

Kolagit merupakan olahan gula tebu asli yang diperuntukkan bagi para pejuang diabetes agar bisa menikmati minuman dan makanan manis tanpa meringis.

Berbentuk serbuk, kolagit asli bisa dinikmati layaknya kopi sehingga Anda tinggal menyeduhnya dan kemudian meminumnya sembari bersantai.

Ah, tapi pasti banyak bahan kimia dan tidak aman untuk jangka panjang.

Tak perlu cemas. Karena sang pencetus kolagit yakni Gita Adinda Nasution memproduksinya dari gula tebu asli sehingga sangat aman, tanpa efek samping dan lebih alami. Dengan kombinasi rempah yang ada, menjadikan produk ini sebagai salah satu pilihan obat diabetes alami terbaik.

kolagit asli, agen kolagit, kolagit

Bertujuan membantu menurunkan sekaligus menetralisir kadar gula darah, produk yang bisa Anda dapatkan di kolagitobatdiabetes.com ini juga berperan meningkatkan sistem imun tubuh. Sehingga sangat cocok dikonsumsi pejuang diabetes selama pandemi Covid-19. Dengan makin meningkatnya penjualan kolagit di Indonesia, adalah bukti kualitas dari produk ini.

Karena kolagit percaya, setiap pejuang diabetes masih berhak untuk menikmati minuman yang manis tanpa perlu cemas. Jadi tunggu apalagi? Yuk sama-sama sambut kehidupan yang lebih baik dan lebih sehat sebagai pejuang diabetes, bersama Kolagit sekarang juga!

News Feed